Hot Topic

    Saturday, November 28, 2015

    Tanda tanda menjelang persalinan sudah dekat yang normal terjadi saat melahirkan anak pertama

    by kusuma dewi  |  in tips kesehatan at  2:00 PM

    Tipshamilsehat - Melahirkan anak pertama bisa jadi merupakan pengalaman yang akan terus diingat oleh bunda selamanya. Rasa khawatir sering kali melanda membuat bunda tentu akan bingung mengenai apa yang harus dilakukan serta bagaimana tanda - tandanya jika proses melahirkan akan segera terjadi. Karena tentunya bunda tidak memiliki pengalaman melahirkan sebelumnya. Apakah anak pertama laki - laki ataupun perempuan tanda ataupun tindakan yang harus dilakukan adalah sama. Melalui artikel tips hamil sehat ini kami akan mencoba memberikan gambaran pengetahuan mengenai tanda - tanda jika persalinan sudah dekat.


    Adanya Lightening
    Menjelang minggu ke-36, pada primigravida terjadi penurunan fundus uteri karena kepala bayi sudah masuk pintu atas panggul. Gambaran Lightening pada primigravida menunjukkan hubungan antara ketiga P, yaitu ; power (kekuatan his), passage (jalan lahir normal), passanger (janinnya dan plasenta)

    Terjadinya his atau kontraksi permulaan (his palsu)
    Berikut ini merupakan sifat dari his permulaan (his palsu) :
    Ø  Rasa nyeri ringan di bagian bawah
    Ø  Datangnya tidak teratur
    Ø  Tidak ada perubahan pada serviks atau pembawa tanda
    Ø  Durasinya pendek
    Ø  Tidak bertambah bila beraktifitas

    Jika proses tersebut diatas sudah bunda alami diawal, selanjutnya bunda akan mengalami fase mendekati kelahiran. Dimana bunda akan mengalami beberapa hal sebagai berikut sebagai tanda - tanda akan terjadinya proses persalinan.

    tanda-tanda-akan-terjadi-proses-persalinan-secara-normal


    Tanda - tanda bunda akan segera mendekati proses melahirkan

    Penipisan dan pembukaan serviks ( Effacement dan Dilatasi serviks )
    Effacement serviks adalah pemendekan dan penipisan serviks selama tahap pertama persalinan. Serviks yang dalam kondisi normal memiliki panjang 2 sampai 3 cm dan tebal sekitar 1 cm, terangkat ke atas karena terjadi pemendekan gabungan otot uterus selama penipisan segmen bawah rahim pada tahap akhir persalinan. Hal ini menyebabkan bagian ujung serviks yang tipis saja yang dapat diraba setelah effacement lengkap. Pada kehamilan aterm pertama, effacement biasanya terjadi lebih dahulu dari pada dilatasi.. Pada kehamilan berikutnya, effacement dan dilatasi cenderung bersamaan. Tingkat effacement dinyatakan dalam persentase dari 0% sampai 100%.


    Dilatasi serviks adalah pembesaran atau pelebaran muara dan saluran serviks, yang terjadi pada awal persalinan. Diameter meningkat dari sekitar 1 cm sampai dilatasi lengkap (sekitar 10 cm) supaya janin aterm dapat dilahirkan. Apabila dilatasi serviks lengkap, serviks tidak lagi dapat di raba. Dilatasi serviks lengkap menandai akhir tahap pertama persalinan


    Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan pada serviks (frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit)
    Ibu melakukan kontraksi involunter dan volunter secara bersamaan untuk mengeluarkan janin dan plasenta dari uterus. Kontraksi uterus involunter, yang disebut kekuatan primer, menandai dimulainya persalinan. Kekuatan primer membuat serviks menipis, berdilatasi dan janin turun. Segera setelah bagian presentasi mencapai dasar panggul, sifat kontraksi berubah, yakin bersifat mendorong keluar. Kekuatan sekunder tidak mempengaruhi dilatasi serviks, tetapi setelah dilatasi serviks lengkap, kekuatan ini cukup penting untuk mendorong bayi keluar dari uterus dan vagina

    Keluarnya lendir bercampur darah (Show) melalui vagina.
    Sumbatan mukus, yang di buat oleh sekresi servikal dari proliferasi kelenjar mukosa servikal pada awal kehamilan, berperan sebagai barrier protektif dan menutup kanal servikal pada awal kehamilan. Blood show adalah pengeluaran dari mukus plug tersebut. Blood show merupakan tanda dari persalinan yang sudah dekat, yang biasanya terjadi dalam jangka waktu 24-48 jam terakhir, asalkan belum dilakukan pemeriksaan vaginal dalam 48 jam sebelumnya karena pemecahan mukus darah selama waktu tersebut mungkin hanya efek trauma minor atau pecahnya mukus plug selama pemeriksaan. Normalnya, darah yang keluar hanya beberapa tetes, perdarahan yang lebih banyak menunjukan penyebab yang abnormal.



    0 comments:

    Proudly Powered by Blogger.